Desember 5, 2022

Mencoba Bikin Gigi Palsu Pakai BPJS, Tapi Gagal

Umur yang semakin bertambah, mempertahankan gigi bukanlah hal yang mudah. Diumur 32 tahun saya sudah memiliki cukup banyak gigi yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya (Baca : rusak parah) dan sering menyebabkan infeksi. Total ada 6 gigi yang tidak dapat diselamatkan. Namun yang jadi masalah, 4 dari 6 gigi tersebut adalah gigi geraham yang letaknya berjejer di rahang bawah kanan. Saya pun memutuskan untuk mengganti gigi yang rusak dengan gigi palsu.

Gigi geraham ini memiliki fungsi penting untuk mengunyah makanan. Tanpa gigi-gigi ini, saya tidak bisa membayangkan jika harus pensiun lebih dini dalam menikmati makanan perdagingan. Maka dari itu, setelah gigi-gigi ini dicabut maka harus sesegera mungkin untuk diganti dengan gigi palsu.

Ada banyak jenis gigi palsu dengan harga yang bervariasi. Namun, dari sekian jenis gigi palsu, saya tertarik dengan gigi palsu valplast. Gigi palsu valplast memiliki beberapa kelebihan dibanding bahan akrilik, diantaranya,

  • lebih tipis dan fleksibel
  • dapat menempel di sekitar gigi asli, jadi lebih terasa nyaman
  • warna lebih menyatu dengan gusi
  • kuat dan tidak mudah patah dibanding akrilik

Mengenai harga, sudah tentu harga gigi palsu valplast lebih mahal dibanding akrilik. Apalagi dengan jumlah 4 gigi yang harus diganti, sudah pasti akan menguras kantong lebih dalam. Jika pembuatan gigi palsu ini bisa dibantu BPJS tentu akan sangat meringankan.

Dari buku panduan praktis BPJS mengenai Pelayanan Gigi & Prothesa Gigi, pembuatan gigi palsu hanya ditanggung sebagian dengan batasan maksimal. Meskipun begitu, ini sangat membantu sekali. Potongan 250ribu lumayan lah buat jajan anak istri.

Agar tidak salah langkah dari awal, sebelum cabut gigi saya coba konsultasi ke Faskes I mengenai pembuatan gigi palsu. Di Faskes I ini saya diarahkan ke Poli Gigi dan disambut dengan seseorang bapak-bapak paruh baya. Saya tidak tahu pasti apakah dia dokter gigi atau bukan, feeling saya sih bukan, tetapi anggap saja dia dokter.

“Pak, gigi geraham kanan bawah ini kan rusak, kalau ingin diganti dengan gigi palsu, bisa dapat potongan BPJS gak pak? tanya saya.

“Wah, gak bisa mas. Gigi palsu kan termasuk estetika.” jawab Pak dokter tanpa ragu.

Dalam hati saya, “Estetika mbahmu kiper, ini kan gigi geraham. Kalau gigi depan ya wajar”. Saya langsung ambil hape, padahal saya tidak punya kuota internet. Tapi saya pura-pura saja lagi browsing. Kemudian saya tanya lagi, “La di situsnya BPJS ini kok bisa dapat potongan harga ya pak.”

“Oh, itu mas, itu aturan lama. Aturan itu terakhir berlaku tahun 2015. Sekarang sudah tidak bisa.” jawab Pak dokter yang kali ini tidak semantap jawaban pertanyaan yang pertama. “Kalaupun bisa, biasanya sama dokter harganya dimahalin, jadi jatuhnya sama saja.” imbuh pak Dokter.

Disini, saya mulai merasa ada yang janggal. Saya seperti mau diarahkan untuk suatu pilihan, cuma pilihan itu belum tersampaikan.

“Oh gitu ya pak. Jadi tidak bisa ya pak.” jawab saya sambil mencoba memancing apa yang ingin ditawarkan.

Dan, jawaban yang saya tunggu-tunggu akhirnya keluar juga, ” Tidak bisa mas. Eh tapi mas, saya juga bisa buat gigi palsu. Kalau sama saya harganya plat+gigi 750ribu. Gigi tambahannya 250ribu per gigi…. blablabla”. Saya sudah males mendengarkannya. Dalam hati saya, “Semoga laris ya pak jualannya”. Gak pake lama saya langsung akhiri pembicaraan dan pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.