November 23, 2019

Soal Tes SKD CPNS 2018 Tidak Sulit, Tapi Ada Yang Bikin Sulit Lulus

Sebagai salah satu peserta yang ikut tes CPNS 2018 dan tidak lulus passing grade, saya ikut gembira (walau gak gembira-gembira amat karena gak yakin lolos juga) dengan adanya perubahan aturan kelulusan tes SKD oleh Menpan RB. Aturan lulus SKD tidak harus saklek lulus passing grade. Jika tidak memenuhi kuota SKB, peserta yang lulus ditentukan melalui ranking.

cpns 2018 tidak sulit

Permenpan ini dikeluarkan untuk mengisi kekosongan formasi CPNS 2018 karena banyak yang tidak terpenuhi. Dari seluruh peserta tes SKD CPNS 2018, kira-kira hanya 9 persen saja yang lolos passing grade untuk angka nasional. Menurut Menpan RB, banyaknya peserta yang tidak lulus ini dikarenakan standar kelulusan tes CPNS dinilai sulit.

Saya tidak heran mengenai banyaknya peserta yang tidak lulus passing grade. Tapi saya kurang setuju mengenai argumen banyaknya peserta tidak lulus karena standar tes yang sulit. Saya sendiri juga ikut tes dan juga tidak lulus, tapi menurut saya itu bukanlah penyebab utamanya.

Menurut saya, untuk sekedar lulus SKD bukanlah hal sulit jika tidak ada hal-hal bikin sulit saat tes. Berikut ini adalah hal-hal yang saya rasakan saat tes SKD yang bikin sulit dan tidak lulus passing grade kemarin.

Transisi antar soal yang lambat

Soal CAT ditampilkan per satu soal. Setelah soal dijawab, untuk berpindah soal ke soal berikutnya, jawaban harus disimpan terlebih dahulu dengan mengklik tombol simpan. Proses simpan ditandai dengan munculnya animasi loading. Setelah proses penyimpanan selesai, soal yang tampil digantikan soal berikutnya. Nah, proses simpan dan berpindah soal inilah yang menurut saya memakan waktu terlalu lama, sekitar 2-4 detik. Seharusnya proses ini jangan sampai memakan waktu lebih dari 2 detik.

Animasi loading yang seharusnya langsung muncul setelah mengklik tombol simpan, sering kali baru muncul setelah lebih dari 1 detik. Hal ini juga turut berkontribusi menambah waktu jeda dalam berpindah soal.

Gerakan mouse pointer yang lambat

Untuk mengerjakan soal secara cepat, berarti juga harus cepat juga dalam memilih jawaban. Yang saya rasakan waktu itu, gerakan mouse pointer terasa lambat. Padahal, mouse pointer harus digerakkan untuk mengklik jawaban dan tombol simpan pada setiap soal. Saya kurang tahu apakah masalah ini disebabkan adanya script yang berjalan realtime sehingga membebani kerja laptop, atau ada masalah lain.

Antarmuka yang kurang nyaman

Menurut saya, ukuran font yang digunakan pada soal CAT kurang besar. Mungkin hal ini tidak menjadi masalah jika soal menggunakan kertas biasa. Namun, ketika harus fokus ke soal yang ditampilkan di layar, membuat mata saya terasa pedas. Hal ini tidak saya rasakan pada semua soal. Paling banyak saya rasakan pada soal TKP dan TIU. Mungkin karena soal TWK yang cukup sederhana, jadi tidak perlu terlalu fokus menatap layar.

Radio button yang digunakan pada pilihan ganda juga sangat standar. Tampilannya seperti pada browser jadul. Sering kali saya harus fokus memperhatikan apakah radio button sudah benar-benar dalam keadaan checked sebelum menyimpannya. Apalagi gerakan mouse pointer yang lambat, terkadang saya harus mengklik radio button lebih dari satu kali karena sering meleset.

Mouse berfungsi kurang baik

Mouse yang perannya cukup vital berfungsi kurang baik ketika mengerjakan soal CAT. Beberapa kali saya harus mengklik tombol simpan 2 kali agar proses simpan berjalan. Peserta yang duduk di bangku sebelah saya malah terjadi kerusakan pada mouse-nya sehingga harus berpindah bangku. Mouse yang digunakan saat saya mengikuti CAT adalah mouse standar yang biasa didapat sebagai hadiah beli laptop. Jadi sangat wajar jika mouse mudah rusak.

Pengawas yang memberi peringatan dimenit-menit akhir

Saya merasa terasa terganggu ketika pengawas memberi peringatan waktu hampir habis. Jika hanya sesekali saya rasa tidak akan mengganggu, tetapi waktu itu pengawas cukup sering memberi peringatan, apalagi pada 5 menit terakhir. Padahal tanpa diberitahu saya juga sudah tahu kalau waktu hampir habis, karena di layar soal CAT juga muncul peringatan tersebut.

Saran untuk CAT CPNS ke depannya

Komputer yang digunakan untuk tes sebaiknya komputer built up, bukan laptop dengan spesifikasi rendah. Sebelum dilakukan tes, sebaiknya pihak BKN mengadakan try out dengan banyak sesi persis seperti tes asli sebagai uji coba. Keluhan dari ujicoba tersebut bisa dijadikan bahan evaluasi untuk penyelenggaraan CAT yang lebih baik.

Satu bulan sebelum mengikuti CAT CPNS, saya sempat mengikuti try out CAT. Tidak ada hal yang saya keluhkan saat itu. Selain karena menggunakan program standalone sehingga lancar, program CAT yang digunakan memiliki antarmuka yang bagus. Komputer yang digunakan jenis built-up jadi selain performanya bagus, mouse-nya juga nyaman dan berkualitas.

Hasil try out waktu itu terbilang memuaskan untuk ukuran orang yang tidak belajar dan sudah 5 tahun lulus bangku kuliah. Total nilai saya 339 dan lolos passing grade dengan nilai TKP 159. Peserta try out yang tidak lulus juga tidak sedikit. Kebanyakan peserta try out yang tidak lulus dikarenakan nilai TIU atau TWK dibawah passing grade. Sementara hasil CAT CPNS saya gagal lulus passing grade karena nilai TKP hanya 128 dengan total nilai 333.

Tentu saja hasil tersebut mengecewakan. Yang bikin kecewa, karena menurut saya soal CAT CPNS lebih mudah ketimbang try out. Beberapa soal TKP yang saya kerjakan waktu try out juga muncul ketika tes CPNS. Tetapi apa daya, sisa waktu 15 menit bagi saya tidak cukup untuk mengerjakan soal TKP. Hasil tes peserta lain juga kebanyakan mengalami hal yang sama. Hampir semua yang tidak lulus passing grade karena nilai TKP dibawah passing grade. Mungkin saja banyak dari mereka juga merasakan hal-hal yang mengganggu seperti yang saya alami dan mereka tidak lulus karena kehabisan waku.

Harapan saya ke depannya penyelenggaraan CAT CPNS bisa lebih baik lagi. Penetapan passing grade saat ini menurut saya sudah pas. Soal juga tidak terlalu sulit. Namun, hal-hal sepele di atas seharusnya diperbaiki, karena selain mengganggu juga membuang-buang waktu.

Meskipun penyelenggaraan CPNS 2018 masih banyak kekurangan, yang patut diapresiasi adalah tranparansi dan pengamanannya yang sangat ketat. Kedua hal tersebut penting untuk menghilangkan stigma bahwa status PNS bisa dibeli.

sumber: detik, detik, liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *